Name :
Web URL :
Message :

Jumat, 25 Februari 2011

Hukum Ghibah (Membicarakan Kejelekan Orang Lain) dalam Islam


ghibah

Apakah ghibah itu? Jawabannya dapat kita temukan dalam hadist Rasulullah SAW berikut ini : --Rasulullah bersabda, “Tahukan kalian apa itu ghibah?”, mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahi-nya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim) --

Dalil-dalil keharaman ghibah dan bahayanya.

Ghibah termasuk perbuatan dosa besar, hal ini bisa ditemukan keterangannya pada ayat dan hadist berikut ini :

1.   Allah ta’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebagian kalian menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat : 12)

2.   “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur – 19)

3.   Di dalam Sunan Abu Dawud tercantum sebuah hadist yang diriwayatkan dari jalan ‘Aisyah. Beliau berkata : “Wahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah itu memiliki sifat demikian dan demikian.” Salah seorang periwayat hadist menjelaskan maksud ucapan ‘Aisyah bahwa Shafiyah itu orangnya pendek. Maka Nabi SAW bersabda, “Sungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan maka niscaya akan merubahnya.”

4.   Di dalam Sunan Tirmidzi terdapat riwayat yang menceritakan hadist dari jalan Ibnu ‘Umar, beliau berkata : Rasulullah SAW naik mimbar dan menyeru dengan suara lantang, “Wahai segenap manusia yang masih beriman dengan lisannya namun iman itu belum meresap ke dalam hatinya janganlah menyakiti kaum muslimin. Dan janganlah melecehkan mereka. Dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari kejelekan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengorek-ngorek kesalahannya. Dan barang siapa yang dikorek-koorek kesalahannya oleh Allah maka pasti dihinakan, meskipun dia berada di dalam bilik rumahnya.”

5.   Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalain semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka, dan janganlah semua kalian semua mencari-cari (mengintai) kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari kekurangan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengintai kekurangannya, dan siapa yang akan diintai Alah kekurangannya maka pasti Allah akan ungkapkan, meskipun dia berada dalam rumahnya.”

6.   Rasulullah SAW bersabda : “Ghibah itu lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya,” Bagaimana ghibah lebih keras daripada zina, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Alah mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.”

7.   Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang berkata tentang seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak terjadi (tidak dia perbuat), maka Allah SWT akan mengurungnya di dalam lumpur keringat ahli neraka, sehingga dia menarik diri dari ucapannya (malakukan sesuatu yang dapat membebaskannya).”  (HR. Ahmad)

8.  Rasulullah SAW bersabda : “Ketika aku di-mi’raj-kan aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” . Jibril menjawab, “Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging menusia serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain.” (HR. Abu Daud)


Tags  :  Hukum Ghibah Membicarakan Keburukan Orang Lain dalam Islam, Hukum Menceritakan Aib Orang, Hukum Gosip Keburukan Orang, Hukum Membicarakan Keburukan Orang Lain, Ghibah Merupakan Dosa Besar dan Perbuatan Keji.



Related Post

40 komentar:

Mudah2an blog nya bermanfaat. Silahkn kunjungi blog saya juga di http://www.consument-review.blogspot.com

ini adalah menjadi renungan buat saudara2 yg hobinya begini,ingatkan sekecil apapun keburukan yg kita buat Allah pastiakan membalasnya.

kalo membicarakan kejelekan orang lain baik itu orang kafir atau ahli bid'ah bagaimana hukumnya?

Diperbolehkan menggunjing orang kafir kecuali jika ada ikatan perjanjian antara kaum muslimin dengan mereka yang melarang hal tersebut. Dalil bolehnya adalah firman Allah yang artinya, “Apakah kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah menjadi bangkai.” (QS Al-Hujurat 12). Sedangkan orang kafir bukanlah saudara kita karena beda agama.

semoga kita terhindar dari perbuatan ghibah dan fitnah

Trimakasih postingannya.. InsyaAllah menambah pengetahuan saya tentang Islam

semua manusia adalah keturunan nabi Adam jd sudah jelas hukum mengghibah siapapun dia

wah, bermanfaat sekali.
izin copas ya? :)

sungguh mengingatkan kita akan bahaya ghibah, semoga kita semua bisa terhindar dari perbuatan tercela ini. Allahumma Amiin

mohon izin saya copast sebagian ke fb funtuk mengingatkan saya dan saudara2 saya. mohon ikhlasnya dan terima kasih.

ijin co pas ke fb.... semoga bermanfaat bagi kita semua Amin

Ijin copas ya ke fb. Sangat bermanfaat buat ane. Mksh admin

Dan apa untungnya meng-ghibahi orang lain? Sama sekali tidak ada untungnya!!
Mudah-mudahan orang yang suka dengan meng-ghibahkan orang lain cepat disadarkan dan di beri cerminan.
Amin..

Kalau kita menjadi korban gibah bgmn sebaiknya sikap kita dlm islam?

Kalau kita menjadi korban gibah bgmn sebaiknya sikap kita dlm islam?

Kalau kita menjadi korban gibah bgmn sebaiknya sikap kita dlm islam?

berita di tv misal soal petinggi2 PKS yg demen perempuan,soal hambalang dan lain2 itu masuknya apa?klo ndak ada spt itu ya mana kita tahu betapa bobroknya pemimpin kita.Apa harus di diamkan begitu saja krn masuknya ntar ghibbah?di pengadilan kejelekan orang pasti dibicarakan itu gmn masuk kategori apa?bingung juga klo apa2 trs di sebut ghibbah,bagaimana nanti akan memberi efek jera ke para pelakunya?

untuk anonim, kalau menurut saya klo masalah demen perempuan kurang pantas untuk diungkap karena itu termasuk aib, tapi kalau masalah kinerja kerja politisi misalnya masalah korupsi itu boleh diperbincangkan, jgn membuka aib orang lain untuk menindas orang lain tanpa punya hati nurani, pikirkan permasalahan apa yg harus dighibah,jgn seenaknya menghibahi orang sampe menyakiti perasaan orang itu

Bagaimana kalau kita tidak sengaja mendengar orang ngerasani kita (mempergunjingkan kita) bahkan membuka aib kita (kesalahan dan keburukan kita) agar orang yang lainnya tahu?

Gibah: bergunjing keburukan.... Maksud hati membuka aib orang lain, tak disadari sesungguhnya kita membuka aib diri dan darah daging kita sendiri, karena gibah seperti memakan bangkai saudaranya sendiri... Bertaubatan nasuhalah dan ingatlah pertanggung-jawaban di akhirat nanti

*Semoga bermanfaat sebagai bahan perenungan*

kenapa tidak ada tulisan arabnya??

husnudzon lebih baik dari pada suudzon... semoga Allah memberi jalan yang terbaik bagi kita semua.. Agar kita selalu sadar dan bertaqwa kepadannya..

Aminn...

Bagus banget blognya..

Inilah yang sedang aku aalami saudaraku menghujatku dan membuka aibku..sedangkan ibu dan alm ayahku dihinanya..tp dia mengelak..apa yg hrus aku lakukan admin??

Bagus banget blognya..

Inilah yang sedang aku aalami saudaraku menghujatku dan membuka aibku..sedangkan ibu dan alm ayahku dihinanya..tp dia mengelak..apa yg hrus aku lakukan admin??

Hukum membicarakan kejelekan orang lain

Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

Td diatas sudah dijelaskan oleh admin orang kafir bukan saudara karena beda agama, nabi adam islam sedangkan turunannya tidak semua Islam.

Semoga yang membaca ini sadar sesadar sadarnya

saya sudah berkeluarga bolehkah kami ( suami/istri ) membicarakan seseuatu tentang orang lain dan bagaimana hukumnya,,?

maka berhati-hatilah dengan ucapan kita,

maka berhati-hatilah dengan ucapan kita,

maka berhati-hatilah dengan ucapan kita,

maka berhati-hatilah dengan ucapan kita,

gak bisa di share di fb kah in bro

Bagaimana dg isyu2 black campaign tau negative campaign di pilpres skr, itu masuk katagori Ghibah atau tidak? Mohon jadi renungan terutama yg Muslim

Poskan Komentar

Give Good Comment! DON'T Spam!

Follow Us