Simak dahulu uraian ini!
~~ Pertama-tama kita misalkan saja maling klasik dengan maling kelas kakap. ~~
Maling klasik atau maling yang di desa-desa biasa mencuri dengan membobol rumah target dengan linggis, pisau, dll. Beruntung sekali kalau si maling klasik itu mendapatan harta berharga, misal uang jutaan rupiah , emas, atau bahkan MAC book. Tapi emang jarang sih. Standarnya si maling klasik itu mencuri televisi dan handphone. Kemudian si maling tersebut kabur dengan meninggalkan jejak berupa rumah target yang berantakan dan pintunya jebol. Untung-untung kalau gak ketauan warga terus digebukin warga satu kampung.
Kemudian maling kelas kakap. Maling kelas kakap itu sudah ada planning atau terencana. Dia sudah menyusun strategi, mencari waktu yang tepat dan kelemahan target. Tentu saja si maling kelas kakap ini mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda dari si maling klasik di atas. Si maling kelas kakap ini mencoba untuk menghapus jejaknya atau meminimalisasikan jejaknya ketahuan.
*****








